Wali Kota Tangerang Sachrudin membuka ajang O2SN, FLS3N, dan GSI 2026 di Stadion Benteng Reborn bersama ribuan pelajar dari tingkat SD dan SMP.
Ajang O2SN menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga. Sementara FLS3N menjadi panggung bagi pelajar yang memiliki bakat seni dan sastra. Adapun GSI kembali menjadi arena kompetisi sepak bola antarpelajar yang selalu menarik perhatian.
Di tengah kemeriahan acara, Pemkot Tangerang juga meluncurkan dua inovasi digital pendidikan, yakni aplikasi SIP PAUD PNF dan aplikasi Cisadane. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi di Kota Tangerang.
Aplikasi SIP PAUD PNF dikembangkan untuk mendukung pengelolaan layanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal secara lebih efektif dan terintegrasi. Melalui platform itu, layanan administrasi pendidikan diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
Sementara aplikasi Cisadane hadir untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan dan informasi pendidikan secara digital. Kehadiran aplikasi tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern dan transparan.
Sachrudin menilai perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman agar dapat bersaing di masa depan.
“Teknologi dan prestasi harus tumbuh bersama agar generasi muda Kota Tangerang mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.
Digitalisasi pendidikan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh wilayah Kota Tangerang. Selain memudahkan akses masyarakat, sistem berbasis digital juga diharapkan mampu mempercepat pelayanan dan memperkuat pengawasan.