Tim asesor Kemenkes RI melakukan visitasi akreditasi di Achmad Wardi Training Center (AWTC), Banten, Rabu, 1 April 2026
Ia menambahkan, setiap lembaga pelatihan harus memiliki keunggulan tersendiri. Ciri khas tersebut dinilai penting agar kontribusi terhadap peningkatan kompetensi tenaga kesehatan bisa lebih merata dan tepat sasaran.
Sementara itu, Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi, dr. Pradipta Suarsyaf, menyambut positif proses visitasi ini. Ia mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh tim Kemenkes selama tahapan akreditasi berlangsung.
Menurutnya, pengembangan AWTC menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mengusung nilai dasar “Proedusocio”. Nilai ini menekankan tiga aspek utama, yakni profesionalisme, pendidikan, dan sosial.
“Aspek pendidikan menjadi pilar penting bagi kami. Kami tidak hanya fokus pada pelayanan klinis, tetapi juga ingin berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan,” kata dr. Pradipta.
Ia menjelaskan, konsep tersebut sejalan dengan semangat wakaf yang menjadi fondasi rumah sakit. Wakaf, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, wakaf juga mendorong pengembangan SDM secara berkelanjutan sebagai bentuk amal jariyah.
Sebagai rumah sakit mata berbasis wakaf pertama di Indonesia, RS Mata Achmad Wardi memegang peran strategis. Rumah sakit ini tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memperluas kontribusi melalui pendidikan dan pelatihan tenaga medis.
Untuk mengejar akreditasi paripurna, AWTC telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya dengan membentuk tim Audit Mutu Internal (AMI). Tim ini bertugas memastikan seluruh standar operasional berjalan konsisten dan berkelanjutan.