“Pemimpin hari ini tidak cukup hanya bekerja dengan baik, tetapi juga harus mampu menjelaskan kebijakan dan program kepada masyarakat secara humanis, solutif, dan penuh empati,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan komunikasi publik tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangerang menghadapi tantangan era digital. Pemerintah menilai pola komunikasi birokrasi lama sudah tidak relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang semakin kritis dan aktif di media sosial.
Melalui pelatihan itu, para pejabat diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih cepat, tepat, dan efektif saat menghadapi berbagai persoalan publik. Pemerintah juga ingin memperkuat hubungan antara birokrasi dan masyarakat melalui penyampaian informasi yang lebih terbuka dan mudah dipahami.
Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dari Universitas Bina Nusantara atau Binus sebagai tenaga pengajar. Dekan Fakultas Komunikasi Digital, Hotel, dan Pariwisata Binus, Dr. Yanti, mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang yang dinilai progresif dalam meningkatkan kualitas komunikasi pejabat daerah.
Menurut Yanti, pendekatan pelatihan berbasis mentoring kelompok kecil atau small group menjadi metode yang efektif untuk pejabat pemerintahan. Metode tersebut memungkinkan peserta belajar dari pengalaman nyata dan studi kasus yang dekat dengan persoalan pelayanan publik.
“Para pimpinan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga berbasis pengalaman dan studi kasus nyata yang dekat dengan dinamika pelayanan publik,” jelasnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















