“Program kerja DEMA UIN SMH Banten harus sejalan dengan visi kampus yang berorientasi internasional. DEMA juga harus mampu menyerap dan menyalurkan aspirasi mahasiswa serta merangkul seluruh mahasiswa untuk bersama membangun kemajuan kampus,” ujar Prof Ishom, Kamis, 7 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai mahasiswa tidak boleh hanya sibuk pada agenda seremonial. Organisasi mahasiswa harus menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
Menurut Prof Ishom, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral menjaga atmosfer akademik yang sehat. Mahasiswa juga harus menjadi jembatan komunikasi antara civitas akademika dan mahasiswa.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi panggung penting bagi Muhamad Sahid untuk menyampaikan arah kepemimpinannya selama satu periode ke depan. Dalam pidatonya, Sahid menegaskan DEMA UIN SMH Banten harus keluar dari pola lama yang terlalu administratif dan formalitas.
Ia ingin organisasi mahasiswa berubah menjadi pusat gerakan yang lebih strategis dan berdampak nyata. Menurutnya, dinamika gerakan mahasiswa saat ini membutuhkan pola kerja baru yang progresif dan terorganisasi.
“DEMA UIN SMH Banten tidak lagi cukup hanya menjadi ruang kegiatan seremonial belaka, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat eskalasi gerakan mahasiswa yang terstruktur, terarah, dan berdampak,” kata Sahid.
Pernyataan itu langsung mendapat perhatian mahasiswa. Banyak pihak menilai pidato Sahid membawa energi baru dalam dinamika organisasi mahasiswa di lingkungan UIN SMH Banten.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















