Sahid menilai DEMA tidak boleh hanya hadir sebagai simbol struktural di kampus. Organisasi mahasiswa harus mampu menjadi representasi kesadaran intelektual mahasiswa sekaligus penyambung kepentingan masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“DEMA harus mampu membaca zaman, merespons realitas sosial, dan berani mengambil posisi dalam setiap persoalan bangsa,” ujar Sahid.
Pelantikan Sahid dan Fajar menjadi momentum penting bagi kebangkitan gerakan mahasiswa di UIN SMH Banten. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menghadirkan organisasi mahasiswa yang lebih solid, progresif, dan berpengaruh di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Dengan semangat perubahan yang dibawa pasangan Sahid-Fajar, DEMA UIN SMH Banten kini menghadapi tantangan baru untuk membuktikan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan kampus, tetapi juga motor penggerak perubahan dan ruang lahirnya gagasan besar mahasiswa.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
















