Warga Pabuaran Tumpeng, Karawaci, Kota Tangerang mengikuti pelatihan pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan limbah dapur untuk dijadikan pupuk organik cair bernilai ekonomis.
Sri menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk tanaman. Dengan memanfaatkan limbah dapur, warga dapat mengurangi pengeluaran sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.
Ia menilai, potensi ekonomi dari produk MOL cukup besar jika dikelola secara berkelanjutan. Karena itu, warga didorong untuk terus memproduksi pupuk organik cair tersebut, baik untuk kebutuhan pribadi maupun untuk dipasarkan lebih luas.
“Harapannya ibu-ibu bisa mandiri membuat MOL untuk kebutuhan sendiri. Kalau nanti diproduksi lebih banyak, tentu bisa dijual dan menjadi tambahan penghasilan keluarga,” katanya.
Pelatihan itu pun mendapat sambutan positif dari warga. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa sampah organik rumah tangga ternyata masih memiliki manfaat besar jika diolah dengan benar.
Selain menambah pengetahuan tentang pengelolaan sampah, kegiatan tersebut juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan mulai dari rumah sendiri. Warga diajak memahami bahwa pengurangan sampah tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi bisa dilakukan melalui kebiasaan sederhana sehari-hari.
Program pengolahan sampah organik berbasis masyarakat seperti ini dinilai menjadi solusi efektif di tengah meningkatnya produksi sampah rumah tangga di perkotaan. Dengan keterlibatan warga secara langsung, pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari budaya masyarakat.