Sedimen Menumpuk, DPUPR Kota Tangerang Turun Tangan, Drainase Kreo Disedot, Ancaman Banjir Langsung Ditekan

Kilas Banten
10 Jun 2026 19:30
3 menit membaca

 

“Pendangkalan akibat endapan lumpur dapat mengurangi kapasitas saluran. Karena itu, penanganan dilakukan sesegera mungkin agar aliran air kembali lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan,” ujarnya.

 

Nasrullah menjelaskan, pemeliharaan infrastruktur drainase merupakan salah satu program penting yang terus dijalankan pemerintah daerah. Selain menjaga kenyamanan masyarakat, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan keselamatan warga dari ancaman genangan maupun banjir lokal.

 

Normalisasi saluran air dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif menghadapi musim hujan. Dengan kondisi drainase yang bersih dan berfungsi baik, aliran air dapat mengalir tanpa hambatan sehingga risiko luapan air dapat ditekan.

Baca Juga  Tangerang Ngebut Tekan TBC, Skrining Tembus 51 Persen dalam Empat Bulan dan Jadi Terbaik di Banten

 

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang menilai keberhasilan menjaga sistem drainase tidak hanya bergantung pada pekerjaan teknis pemerintah. Peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

 

Nasrullah menegaskan, sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke drainase masih menjadi penyebab utama penyumbatan saluran. Tumpukan sampah tidak hanya menghambat aliran air, tetapi juga mempercepat proses pendangkalan akibat akumulasi material dan sedimen.

 

“Pasalnya, sampah rumah tangga menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat terjadinya penyumbatan dan pendangkalan drainase,” ungkapnya.

 

Karena itu, pemerintah terus mengajak masyarakat membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah ke saluran air dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap upaya pencegahan genangan.