Dini menjelaskan, capaian tersebut juga berhasil melampaui kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten dalam bidang penanggulangan TBC. Meski demikian, Pemkot Tangerang mengaku belum ingin berpuas diri.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat penanganan demi mengejar target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030. Berbagai program berbasis masyarakat akan terus diperluas agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan pengobatan pasien berjalan optimal.
“Tidak berhenti di sini, kami akan terus bergerak cepat berkolaborasi dengan perangkat kewilayahan untuk meningkatkan kinerja penanggulangan TBC ke depan untuk mengejar target eliminasi TBC pada 2030 mendatang,” katanya.
Untuk mempercepat pengendalian kasus, Pemkot Tangerang mengoptimalkan sejumlah program unggulan. Salah satunya melalui program Kelurahan Siaga TBC yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat lingkungan.
Program tersebut fokus meningkatkan edukasi kepada warga terkait gejala TBC, pentingnya pemeriksaan dini, hingga pendampingan pasien selama menjalani pengobatan. Pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahaya TBC dan tidak lagi takut menjalani pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga menjalankan program Ransel TBC. Program ini berfokus pada edukasi serta pemantauan pasien agar disiplin menjalani pengobatan sampai tuntas. Langkah tersebut dinilai penting karena pengobatan TBC membutuhkan waktu panjang dan harus dilakukan secara rutin.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















