Perbaikan difokuskan pada penggantian struktur atap yang sudah bocor dan tidak layak pakai dengan menggunakan material baja ringan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanudin, melaporkan bahwa pihaknya berhasil mengoperasikan delapan unit Pustu baru sepanjang tahun 2025.
Pembangunan fasilitas kesehatan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dengan biaya sekitar Rp 750 juta per unit.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kedelapan Pustu tersebut tersebar di wilayah Cibendung, Pager Agung, Kalodran, Kiara, Pipitan, Tegalsari, Teritih, dan Cipocok Jaya.
Seluruh bangunan menggunakan desain prototipe standar nasional untuk mendukung program Integrasi Layanan Primer (ILP).
Ahmad mengakui bahwa sebaran lokasi Pustu tahun ini didominasi wilayah Kecamatan Walantaka.
Hal tersebut disebabkan ketatnya persyaratan administrasi dari pemerintah pusat yang mewajibkan lahan pembangunan memiliki sertifikat resmi, bukan sekadar Akta Jual Beli (AJB).
Dari 25 titik yang diusulkan Dinkes, hanya delapan lokasi yang disetujui kementerian karena status lahannya telah bersertifikat atau berstatus clear and clean.
Layanan di Pustu baru ini kini terbuka untuk umum dengan dukungan tenaga bidan dan perawat dari Puskesmas induk.
Masyarakat pemegang BPJS Kesehatan dapat mengakses layanan medis dasar dan konsultasi secara gratis di fasilitas tersebut.
Usai meresmikan gedung di Kiara, agenda pemerintah daerah langsung dilanjutkan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Curug.***
Penulis : Taman
Halaman : 1 2

















