Dalam pertemuan itu, UIN Banten juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kelembagaan IAIN Pontianak menuju transformasi menjadi universitas. Kolaborasi antarkampus dinilai penting untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Pontianak, Prof M Edi Kurnanto, menjelaskan bahwa proses sertifikasi ISO di kampusnya dimulai dengan menggandeng lembaga pendamping profesional, yakni PT Dikra.
Menurutnya, keberadaan pendamping profesional sangat membantu dalam menyiapkan kebutuhan administrasi dan teknis selama proses sertifikasi berlangsung. Pendamping juga berperan dalam menjembatani komunikasi dengan asesor sebelum asesmen lapangan dilakukan.
“Pendamping ini berperan penting, termasuk dalam menjembatani komunikasi dengan asesor sebelum asesmen lapangan dilakukan,” kata Edi.
IAIN Pontianak sendiri telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen pendidikan serta ISO 21001:2018 untuk layanan pendidikan. Dua sertifikasi tersebut menjadi tolok ukur penting dalam menjaga kualitas pelayanan akademik dan tata kelola institusi secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, kampus juga rutin menjalani audit surveillance sebagai bagian dari evaluasi berkala. Audit tersebut bertujuan memastikan seluruh standar mutu tetap berjalan konsisten dan seluruh dokumen pendukung selalu diperbarui.
Beberapa dokumen utama yang wajib dipenuhi dalam proses audit di antaranya Rencana Strategis (Renstra), Rencana Induk Pengembangan (RIP), dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), hingga laporan tindak lanjut hasil evaluasi sebelumnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















