Ulama di Garis Depan Sejarah: Jejak Berani KH Ahmad Aminudin Ibrahim Melahirkan Provinsi Banten

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Ahmad Aminudin Ibrahim, pendiri Pondok Pesantren Darul Iman Pandeglang, dikenal sebagai ulama yang menyampaikan langsung aspirasi pembentukan Provinsi Banten kepada Presiden BJ Habibie pada 5 Februari 1998.

i

KH Ahmad Aminudin Ibrahim, pendiri Pondok Pesantren Darul Iman Pandeglang, dikenal sebagai ulama yang menyampaikan langsung aspirasi pembentukan Provinsi Banten kepada Presiden BJ Habibie pada 5 Februari 1998.

Momentum baru muncul pada era reformasi 1998. Perubahan iklim politik nasional membuka ruang bagi daerah untuk menyuarakan aspirasi secara lebih terbuka. Tokoh-tokoh Banten seperti Uwes Qorny, Mochtar Mandala, KH Embay Mulya Syarief, Soerjadi Soedirja, Hariri Hady, Matin Syarkowi, dan lainnya kembali mengonsolidasikan kekuatan.

Sehari setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri, tepatnya 20 Mei 1998, ribuan warga Banten mendatangi Gedung DPR/MPR di Senayan. Aksi tersebut dipimpin KH Embay Mulya Syarief bersama tokoh-tokoh muda. Mereka menyatakan dukungan kepada BJ Habibie sebagai Presiden RI sekaligus menyuarakan harapan agar Banten menjadi provinsi.

Di tengah dinamika itu, peran KH Ahmad Aminudin Ibrahim menjadi sangat krusial. Pada Jumat, 5 Februari 1998, Presiden BJ Habibie melakukan kunjungan ke Banten dan singgah di Pondok Pesantren Darul Iman, Kadu Pandak, Banjar, Pandeglang. Pesantren tersebut diasuh KH Ahmad Aminudin Ibrahim, ulama yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, KH Ahmad Aminudin Ibrahim secara langsung mengusulkan agar wilayah eks Keresidenan Banten ditingkatkan statusnya menjadi provinsi. Usulan itu disampaikan secara terbuka dan lugas di hadapan Presiden. BJ Habibie merespons dengan positif. Ia menyatakan tidak keberatan, namun menegaskan bahwa pembentukan provinsi harus mengikuti mekanisme konstitusional.

Pernyataan Presiden tersebut menjadi titik balik perjuangan Banten. Proses politik kemudian berjalan di tingkat nasional hingga akhirnya Provinsi Banten resmi berdiri pada tahun 2000.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Banten Buka Akses Mudah Bayar Pajak Kendaraan, Syarat dan Ketentuan Tanpa KTP Pemilik Lama
Kwarda Pramuka Banten Tancap Gas, Pelantikan Dikebut Sebelum 10 Mei, Langsung Koordinasi ke Pusat
Pesantren Ini Tak Hanya Ngaji, Nahdlatul Ibad Banten di Waringinkurung Cetak Santri Siap Bersaing di Panggung Dunia
Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”
Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan
UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Peran KH Ahmad Aminudin Ibrahim dalam perjuangan lahirnya Provinsi Banten jarang disorot. Dari pesantren ke Istana, inilah rekam jejak ulama yang menyuarakan aspirasi Banten di momen penentuan sejarah.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:00

Pemprov Banten Buka Akses Mudah Bayar Pajak Kendaraan, Syarat dan Ketentuan Tanpa KTP Pemilik Lama

Kamis, 30 April 2026 - 07:00

Kwarda Pramuka Banten Tancap Gas, Pelantikan Dikebut Sebelum 10 Mei, Langsung Koordinasi ke Pusat

Rabu, 29 April 2026 - 21:22

Pesantren Ini Tak Hanya Ngaji, Nahdlatul Ibad Banten di Waringinkurung Cetak Santri Siap Bersaing di Panggung Dunia

Kamis, 23 April 2026 - 10:30

Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”

Jumat, 17 April 2026 - 16:02

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

Berita Terbaru