Istianah menyebut gejala awal hantavirus hampir menyerupai infeksi virus pada umumnya. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga muntah. Karena gejalanya mirip flu biasa, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi tubuh yang terus memburuk.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kondisi berat, hantavirus dapat menyerang organ penting di dalam tubuh. Virus ini bisa memicu gangguan pada saluran kemih hingga menyebabkan gagal ginjal akut. Selain itu, infeksi juga dapat menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan pneumonia berat disertai sesak napas.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat berkembang cepat dan mengancam keselamatan pasien jika tidak ditangani segera.
Selain hantavirus, Dinkes Kabupaten Serang juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman leptospirosis. Penyakit itu disebabkan bakteri yang berasal dari urin tikus dan sering ditemukan di lingkungan yang kotor atau tergenang air.
“Leptospirosis juga perlu diwaspadai karena sumber penularannya sama, yaitu tikus. Biasanya berasal dari air atau lingkungan yang tercemar urin tikus,” jelas Istianah.
Ia mengatakan gejala leptospirosis hampir serupa dengan hantavirus. Namun pada leptospirosis, penderita umumnya mengalami gangguan hati yang membuat kulit dan bagian mata tampak menguning.
Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinkes Kabupaten Serang meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS. Warga diminta rutin membersihkan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















