KILAS BANTEN – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi era transformasi digital. Bersama Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI), fakultas tersebut sukses menggelar FTIK Vaganza AIROC 2026, sebuah festival teknologi yang memadukan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robotik untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan.
Mengusung tema “Innovation Through AI and Robotics for Sustainable Education and Society”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula PPG FTIK UIN SMH Banten dan menjadi salah satu agenda teknologi pendidikan terbesar yang melibatkan pelajar, guru, dosen, hingga mahasiswa.
Penutupan acara dihadiri Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Dr. Ali Muhtarom, yang mewakili rektor. Hadir pula jajaran pimpinan fakultas, tenaga pendidik, peserta lomba, serta tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan.
Festival ini menjadi bukti nyata keseriusan UIN SMH Banten dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Tidak hanya menyasar lingkungan kampus, kegiatan tersebut juga membuka ruang kolaborasi bagi sekolah dan madrasah dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua Pelaksana FTIK Vaganza AIROC 2026, Oman Fathurrahman, menjelaskan bahwa kompetisi robotik menjadi salah satu agenda utama dalam festival tersebut. Sebanyak 24 tim dari tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA hingga MA turut berpartisipasi dan menunjukkan berbagai inovasi teknologi yang mereka kembangkan.
Selain kompetisi robotik, panitia juga menggelar lomba media pembelajaran berbasis AI yang diikuti 10 guru dari berbagai sekolah. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi tenaga pendidik untuk mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses belajar mengajar.
“Lomba Robotik FTIK Vaganza AIROC ini diikuti oleh 24 tim peserta dari berbagai jenjang. Selain robotik, kami juga menyelenggarakan lomba media pembelajaran berbasis AI yang melibatkan para guru,” ujar Oman, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, dunia pendidikan tidak bisa lagi mengabaikan perkembangan teknologi. Robotik tidak hanya berfungsi sebagai perangkat modern, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas, inovasi, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan pada abad ke-21.
Direktur Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI), Dr. Baik Hana Susanti, mengungkapkan bahwa AIROC 2026 merupakan kolaborasi ketiga antara pihaknya dengan FTIK UIN SMH Banten. Sebelumnya, kedua lembaga telah bekerja sama dalam penyelenggaraan workshop robotik bagi dosen serta seminar media pembelajaran yang diikuti ratusan peserta.
“Ini adalah kegiatan ketiga yang kami laksanakan bersama. Mulai dari workshop robotik untuk dosen, seminar pendidikan, hingga kompetisi robotik yang melibatkan siswa dan guru,” kata Baik Hana.
Ia menilai perkembangan teknologi saat ini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Kehadiran Generative AI dan Agent AI menjadi bukti bahwa inovasi digital yang dulu diprediksi hadir dalam satu atau dua dekade kini sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya pengenalan coding, programming, dan kecerdasan buatan sejak usia dini. Menurutnya, bekal tersebut akan membantu generasi muda beradaptasi dengan berbagai perubahan teknologi di masa depan.
“Kami ingin anak-anak memiliki bekal coding, programming, dan AI. Dengan kemampuan itu mereka akan lebih siap menghadapi teknologi apa pun di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FTIK UIN SMH Banten, Dr. Subhan, mengungkapkan bahwa fakultas yang dipimpinnya telah memasukkan mata kuliah berbasis AI ke dalam kurikulum terbaru seluruh program studi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada kompetensi lulusan.
Menurut Subhan, peningkatan kapasitas dosen menjadi tahap awal yang harus dilakukan agar implementasi kurikulum berbasis AI berjalan optimal. Ia berharap lulusan FTIK mampu menguasai teknologi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang menjadi identitas kampus.
Di sisi lain, Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Ali Muhtarom, menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital dan robotik kini menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan modern. Ia berharap FTIK dapat menjadi pelopor pengembangan robotik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Ali juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, hingga Kemendiktisaintek guna memperkuat ekosistem robotik nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan penguatan spiritualitas.
Rangkaian FTIK Vaganza AIROC 2026 ditutup dengan sesi interaktif bersama robot prototipe yang menarik perhatian peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan trofi kepada para juara dari berbagai kategori perlombaan.
Melalui festival ini, FTIK UIN SMH Banten dan AICI menegaskan bahwa pendidikan berbasis kecerdasan buatan dan robotik bukan lagi sekadar konsep masa depan. Teknologi tersebut telah menjadi kebutuhan nyata untuk menyiapkan generasi Indonesia yang kompetitif, inovatif, dan siap menghadapi persaingan global di era digital.***

