Serang

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Samudra Hindia, PM2.5 Kota Serang Turun Jadi 66

×

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Samudra Hindia, PM2.5 Kota Serang Turun Jadi 66

Sebarkan artikel ini
Kepala DLH Kota Serang Farach Richi menjelaskan penurunan PM2.5 dan arah sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
Kepala DLH Kota Serang Farach Richi menjelaskan penurunan PM2.5 dan arah sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

KILAS BANTEN – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang melintas di wilayah Kota Serang mulai menunjukkan perbaikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Farach Richi menyebut parameter PM2.5 turun dari 89 menjadi 66, seiring arah angin yang membawa abu menuju Samudra Hindia.

Farach mengatakan kondisi udara di Kota Serang saat ini membaik, tetapi belum dapat disebut sepenuhnya aman.

Partikel abu vulkanik masih terdeteksi dan pergerakannya tetap bergantung pada arah angin.

“Indikator parameter PM2.5 itu sekarang 66, turun dari sebelumnya 89,” ujar Farah, Senin 7 September 2026 saat ditemui di Pemkot Serang.

Menurut Farach, DLH mencermati perkembangan sebaran abu berdasarkan informasi dari BMKG.

Dari pemantauan tersebut, arah sebaran abu saat ini menuju Samudra Hindia dan tidak mengarah ke Pulau Jawa.

“Sebagaimana yang dirilis oleh BMKG, sebaran abu vulkanik ini pengarahnya ke Samudra Hindia, tidak ke Pulau Jawa,” katanya.

Perubahan arah sebaran tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi udara di Kota Serang membaik.

Namun, situasi tetap bisa berubah apabila arah angin kembali bergeser.

Farach menyebut kondisi atmosfer Kota Serang saat ini berada pada tekanan udara 1.010 milibar dengan kelembapan 60 persen. Arah angin terpantau menuju barat daya.

“Kondisinya dengan tekanan udara 1.010 milibar, jadi dengan kelembapan 60 persen dan arah angin yang ke barat daya, sehingga sebaran abu vulkanik yang ada melewati Kota Serang ini, khususnya pada Provinsi Banten, terjadi perbaikan-perbaikan. Yang tadi 89 jadi 66,” jelas Farach.

Baca Juga  Bidik Pemilih Muda, KPU Kabupaten Serang Genjot Literasi Politik Demi Masa Depan Demokrasi

Meski angka PM2.5 mengalami penurunan, Farah menegaskan kondisi tersebut belum berarti seluruh partikel abu vulkanik telah hilang.

“Membaik. Kalau aman, partikel masih ada, tapi membaik, ya,” ujarnya.

Karena itu, DLH masih melihat arah angin sebagai faktor penting dalam menentukan potensi penyebaran abu berikutnya.

Farach berharap material vulkanik tidak kembali menyebar ke wilayah yang lebih luas.

“Tergantung dari arah angin. Kita berharap mudah-mudahan dampak dari abu vulkanik ini tidak menyebar,” katanya.

Sebelumnya, citra BMKG pada 7 September 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berada pada dua lapisan ketinggian, yakni hingga 15.000 kaki dan 50.000 kaki.

Kondisi tersebut terus menjadi perhatian karena perubahan arah angin dapat memengaruhi wilayah yang dilalui abu vulkanik.

Pemantauan kualitas udara di Kota Serang pun tetap dilakukan sebagai bagian dari antisipasi dampak erupsi.

Di tengah perbaikan kualitas udara, masyarakat tetap diminta berhati-hati. Farach mengimbau warga menggunakan masker ketika keluar rumah atau melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Betul. Diimbau tetap memakai masker apabila keluar dari rumah dan apabila ada aktivitas di luar itu menggunakan masker,” tegasnya.