KILAS BANTEN – Ancaman darurat sampah kembali menghantui Kabupaten Serang menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Lonjakan aktivitas masyarakat saat libur panjang dipastikan berdampak langsung pada peningkatan volume sampah, terutama di kawasan wisata. Pemerintah Kabupaten Serang menegaskan tidak akan lagi mengandalkan pola lama dalam menangani persoalan ini.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menyatakan penanganan sampah harus dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan. Menurut dia, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan memindahkan tumpukan dari satu lokasi ke tempat pembuangan akhir. Pemda kini mengarahkan kebijakan pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Najib menyampaikan hal itu saat ditemui di Kantor UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Kepandean, Lontarbaru, Kecamatan Serang, Rabu, 17 Desember 2025. Ia mengungkapkan bahwa momen libur panjang selalu memicu lonjakan sampah yang signifikan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Di kawasan Anyar saja, kemarin volume sampah bisa mencapai 30 sampai 40 ton. Ini jelas menjadi tantangan besar, apalagi menjelang tahun baru,” kata Najib.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perubahan strategi secara menyeluruh. Pemerintah daerah sepakat bahwa fokus utama pengelolaan sampah harus bergeser, dari sekadar pembuangan ke pengolahan. Sampah, kata dia, harus diurai sejak dari titik awal sebelum menjadi beban besar di tempat pembuangan akhir (TPA).
Sebagai langkah konkret, Pemkab Serang menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis zona. Fasilitas ini akan berfungsi mengolah sampah di tingkat wilayah, sehingga hanya residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang dibawa ke TPA.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















