KILAS BANTEN – Kehadiran Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, KH Matin Syarkowi, dalam perayaan Natal di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Serang memantik perdebatan di ruang publik. Sebagian masyarakat memandang langkah tersebut sebagai simbol toleransi antarumat beragama.
Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kehadiran tokoh agama Islam dalam perayaan keagamaan umat Kristiani dan mengaitkannya dengan isu akidah.
Menanggapi polemik itu, Tokoh Agama Kecamatan Walantaka, Kota Serang, KH Hisni Rifai, memberikan penjelasan. Ia menegaskan kehadiran KH Matin Syarkowi sama sekali tidak menyalahi prinsip keislaman. Menurutnya, posisi KH Matin sebagai Ketua FKUB menuntutnya hadir dalam berbagai kegiatan lintas agama sebagai bagian dari tugas kenegaraan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut pandangan saya, kehadiran beliau sudah tepat. Beliau hadir bukan sebagai individu, tetapi sebagai Ketua FKUB Kota Serang,” kata KH Hisni Rifai saat ditemui di Kampung Jaha, Kecamatan Walantaka, Minggu, 28 Desember 2025.
KH Matin Syarkowi diketahui menghadiri perayaan Natal di GKI Serang pada Rabu malam, 24 Desember 2025. Kehadirannya menarik perhatian karena statusnya sebagai kiai sekaligus pimpinan FKUB, lembaga yang bertugas menjaga harmoni kehidupan beragama di daerah.
KH Hisni menjelaskan FKUB merupakan wadah resmi yang dibentuk pemerintah daerah. Lembaga ini berfungsi sebagai perpanjangan tangan negara dalam merawat kerukunan dan memastikan seluruh umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan aman dan damai. Karena itu, kehadiran Ketua FKUB dalam perayaan hari besar agama lain merupakan hal yang wajar.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















