Nasional

Rapat Perdana Dewas 2026 Dorong Arah Baru UIN SMH Banten Menuju BLU Unggulan Nasional

×

Rapat Perdana Dewas 2026 Dorong Arah Baru UIN SMH Banten Menuju BLU Unggulan Nasional

Sebarkan artikel ini
Dewan Pengawas UIN SMH Banten bersama pimpinan kampus saat menggelar rapat perdana tahun 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat, membahas arah transformasi kelembagaan menuju BLU unggulan, Rabu, 21 Januari 2026
Dewan Pengawas UIN SMH Banten bersama pimpinan kampus saat menggelar rapat perdana tahun 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat, membahas arah transformasi kelembagaan menuju BLU unggulan, Rabu, 21 Januari 2026

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten membuka tahun 2026 dengan langkah strategis. Dewan Pengawas (Dewas) menggelar rapat perdana di Gedung Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026. Agenda ini menjadi penanda awal pembenahan serius tata kelola kampus menuju Badan Layanan Umum (BLU) yang lebih kompetitif.

 

Rapat membahas dua agenda utama. Pertama, Kontrak Kinerja Dewas Tahun 2026. Kedua, pendahuluan Laporan Dewas Semester II Tahun 2025. Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1692 Tahun 2025 tentang perubahan susunan Dewan Pengawas UIN SMH Banten periode 2022–2027.

 

Sejumlah pihak hadir dalam rapat tersebut. Jajaran Dewas, pimpinan UIN SMH Banten, serta Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI yang juga anggota Dewas, Dr. Luky Alfirman, mengikuti pembahasan secara intensif.

 

Dalam sambutannya, Dr. Luky menekankan pentingnya awal tahun sebagai momentum menyusun arah pengawasan yang jelas dan terukur. Ia meminta laporan keuangan UIN SMH Banten segera diselesaikan karena menjadi fondasi utama pengawasan kelembagaan.

 

“Laporan keuangan harus tuntas. Ini menjadi dasar penting dalam mengawasi UIN Banten,” ujar Dr. Luky.

 

Ia juga menyoroti posisi UIN SMH Banten yang masih berada dalam kategori zona merah. Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera direspons dengan program kerja yang konkret dan terarah. Fokus utama perbaikan berada pada aspek tata kelola institusi.

 

Dr. Luky mendorong Dewas menggelar rapat internal secara rutin setiap bulan, baik secara daring maupun luring. Ia juga meminta adanya pertemuan berkala antara Dewas dan pimpinan kampus. Setiap rapat, kata dia, harus terdokumentasi dengan baik agar keputusan yang diambil memiliki tindak lanjut yang jelas.

 

Kerja sama UIN SMH Banten dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) turut mendapat perhatian. Dr. Luky menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola. Ia menyatakan siap membantu penguatan kerja sama karena memiliki kedekatan dengan pimpinan ITB.

 

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi. Kampus diminta mulai memetakan dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap sistem akademik dan non-akademik, termasuk aspek keamanan data.

 

Pada sisi akademik, Dr. Luky meminta pemetaan sumber daya manusia dilakukan secara menyeluruh. Kampus juga perlu menentukan program studi prioritas dan menetapkan center of excellence. Ia berharap UIN SMH Banten dapat berperan sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan instrumen ekonomi syariah.

Baca Juga  Ramalan Zodiak Virgo Selasa 3 Juni 2025: Hati Tergerak, Hubungan Sosial Semakin Rumit Tapi Menarik!

 

Instrumen tersebut meliputi sukuk, green sukuk, hingga Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Dr. Luky bahkan menyatakan kesiapannya menjadi pemateri kuliah umum atau stadium general untuk memperkenalkan instrumen ekonomi syariah tersebut kepada sivitas akademika.

 

Ketua Dewas UIN SMH Banten, Ruchman Basori, mengakui bahwa posisi kampus masih tertinggal. Saat ini, UIN SMH Banten belum masuk dalam 10 besar perguruan tinggi BLU nasional.

 

“Tugas Dewas adalah mendorong dan mendukung agar UIN Banten bisa menembus jajaran tersebut,” kata Ruchman.

 

Ia menilai penguatan akreditasi, termasuk akreditasi jurnal ilmiah, menjadi pekerjaan rumah utama. Meski secara geografis dekat dengan Jakarta, prestasi UIN SMH Banten dinilai belum sebanding dengan potensi yang dimiliki.

 

Ruchman juga menyoroti perlunya keseimbangan antara mutu akademik dan non-akademik. Ia meminta arahan Dirjen Anggaran terkait pengembangan BLU, khususnya dalam aspek dukungan pembiayaan. Saat ini, UIN SMH Banten memiliki 28 guru besar, jauh di bawah UIN Jakarta yang jumlahnya mendekati 100 orang.

 

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Ali Muhtarom, menjelaskan kondisi kampus terkini. Ia mewakili rektor yang sedang menunaikan ibadah umrah. Menurut Ali, UIN SMH Banten telah berstatus BLU sejak 2010, namun masih menghadapi stagnasi.

 

Ia menjelaskan pengembangan Kampus I sebagai pusat bisnis berupa ruko. Sementara Kampus II diarahkan menjadi pusat pengembangan dengan unit usaha daycare, klinik, dan parkir.

 

Ali juga mengungkapkan rencana pembangunan gedung perpustakaan di Kampus II melalui pembiayaan SBSN. Selain itu, kampus akan membangun laboratorium terpadu dengan memanfaatkan saldo BLU.

 

“Sisa saldo BLU tahun 2025 mencapai Rp53,93 miliar. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat sarana akademik,” ujarnya.

 

Rapat ditutup dengan kesepakatan menggelar rapat Dewas lanjutan secara daring pada pekan berikutnya. Dewas menegaskan komitmen menjaga akuntabilitas dan mendorong percepatan transformasi UIN SMH Banten agar mampu bersaing sebagai perguruan tinggi BLU unggulan di tingkat nasional.