Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Amin Suyitno saat memberikan arahan dalam Forum Rektor PTKIN di Medan, Sumatera Utara.KILAS BANTEN – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan langkah serius untuk mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memperkuat mutu akademik. Upaya ini diposisikan sebagai strategi utama agar kampus Islam mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Amin Suyitno, dalam Forum Rektor PTKIN di Medan, Sumatera Utara, pada 29–30 Januari 2026.
Amin Suyitno menilai PTKIN saat ini berada dalam fase transisi yang menentukan. Tantangan pendidikan tinggi tidak lagi sekadar menyangkut kepatuhan terhadap regulasi dan administrasi. PTKIN dituntut menunjukkan relevansi keilmuan, keunggulan akademik, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.
“Kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam diarahkan untuk memperkuat mutu akademik dan meningkatkan daya saing institusi,” ujar Amin Suyitno dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Februari 2026.
Menurutnya, penguatan mutu akademik menjadi fondasi agar PTKIN tidak tertinggal dalam persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Kualitas pembelajaran harus terus ditingkatkan. Riset perlu diperkuat. Lulusan juga harus memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan mutu yang konsisten, PTKIN diyakini mampu memperkuat reputasi dan meningkatkan kepercayaan publik.
Forum Rektor PTKIN tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi strategis. Kemenag mendorong penguatan kemitraan lintas kementerian dan lembaga. Kerja sama ini direncanakan akan diformalkan melalui Surat Keputusan Bersama. Salah satu agenda prioritas yang dibahas adalah pengembangan program double degree.