Amin menjelaskan, program double degree dirancang sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperluas daya saing internasional PTKIN. Melalui skema ini, mahasiswa berpeluang memperoleh dua gelar dari perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebanyak 10 perguruan tinggi direncanakan akan ditunjuk untuk menjalin kerja sama double degree dengan perguruan tinggi luar negeri,” kata Amin.
Ia menambahkan, kerja sama internasional tersebut diharapkan membuka akses global yang lebih luas bagi mahasiswa PTKIN. Selain meningkatkan kompetensi lulusan, kolaborasi dengan kampus luar negeri juga dinilai mampu memperkuat citra dan reputasi PTKIN di tingkat internasional. Di dalam negeri, PTKIN juga didorong mengembangkan program serupa dengan perguruan tinggi yang memiliki keunggulan spesifik dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Amin menekankan bahwa daya saing PTKIN ke depan tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap aturan. Daya tarik institusi di mata calon mahasiswa menjadi faktor penting. Generasi muda saat ini semakin kritis dan memiliki akses luas terhadap informasi kualitas perguruan tinggi.
“PTKIN harus mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, minimal sebagai jembatan untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Karena itu, PTKIN dituntut meningkatkan mutu akademik dan layanan pendidikan secara berkelanjutan. Program studi harus disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. Lulusan harus memiliki keterampilan yang terhubung langsung dengan dunia kerja. Citra institusi juga perlu dibangun melalui kinerja akademik yang terukur, bukan sekadar narasi promosi.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















