Benahi PTKIN, Kemenag Dorong Kampus Islam Dipacu Tembus Peta Persaingan Global

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Amin Suyitno saat memberikan arahan dalam Forum Rektor PTKIN di Medan, Sumatera Utara.

i

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Amin Suyitno saat memberikan arahan dalam Forum Rektor PTKIN di Medan, Sumatera Utara.

 

Amin menjelaskan, program double degree dirancang sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperluas daya saing internasional PTKIN. Melalui skema ini, mahasiswa berpeluang memperoleh dua gelar dari perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 10 perguruan tinggi direncanakan akan ditunjuk untuk menjalin kerja sama double degree dengan perguruan tinggi luar negeri,” kata Amin.

 

Ia menambahkan, kerja sama internasional tersebut diharapkan membuka akses global yang lebih luas bagi mahasiswa PTKIN. Selain meningkatkan kompetensi lulusan, kolaborasi dengan kampus luar negeri juga dinilai mampu memperkuat citra dan reputasi PTKIN di tingkat internasional. Di dalam negeri, PTKIN juga didorong mengembangkan program serupa dengan perguruan tinggi yang memiliki keunggulan spesifik dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga  Melalui Forum Rektor PTKIN Dorong RPL Diperluas dan UKT Berkeadilan Jadi Garis Keras

 

Amin menekankan bahwa daya saing PTKIN ke depan tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap aturan. Daya tarik institusi di mata calon mahasiswa menjadi faktor penting. Generasi muda saat ini semakin kritis dan memiliki akses luas terhadap informasi kualitas perguruan tinggi.

 

“PTKIN harus mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, minimal sebagai jembatan untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya.

 

Karena itu, PTKIN dituntut meningkatkan mutu akademik dan layanan pendidikan secara berkelanjutan. Program studi harus disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. Lulusan harus memiliki keterampilan yang terhubung langsung dengan dunia kerja. Citra institusi juga perlu dibangun melalui kinerja akademik yang terukur, bukan sekadar narasi promosi.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi
Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Kemenag mendorong PTKIN memperkuat mutu akademik dan kerja sama internasional agar kampus Islam mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

Berita Terkait

-

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata

-

Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi

-

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

-

Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

Berita Terbaru