Hilal Tenggelam Lebih Dulu di Banten, Sinyal Kuat Awal Puasa Ramadhan 2026 Jatuh Kamis

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Kemenag Banten bersama BMKG melakukan rukyatul hilal di Gedung Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa, 17 Februari 2026

i

Tim Kemenag Banten bersama BMKG melakukan rukyatul hilal di Gedung Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa, 17 Februari 2026

KILAS BANTEN – Penentuan awal puasa Ramadhan 2026 di Banten mengerucut pada satu fakta. Hilal tidak terlihat. Hasil rukyatul hilal yang digelar di Gedung Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa, 17 Februari 2026, menunjukkan posisi bulan masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Banten, Amrullah, memastikan hasil tersebut berdasarkan pengamatan langsung dan perhitungan astronomi. Ia menyebut matahari terbenam pada pukul 18.17.51 WIB. Sementara bulan lebih dulu tenggelam pada pukul 18.14.55 WIB.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kita sudah melewati pukul 18.24 WIB. Matahari terbenam pukul 18.17.51 WIB. Sementara bulan terbenam lebih dulu, yakni pukul 18.14.55 WIB. Artinya bulan lebih dulu terbenam sekitar tiga menit sebelum matahari,” ujar Amrullah di lokasi pemantauan.

Baca Juga  Wagub Banten Tegaskan Peran Ulama-Umara, Sinergi Kuat Bangun Peradaban dan Kesejahteraan Warga

 

Selisih waktu itu membuat hilal mustahil terlihat. Secara astronomis, posisi bulan tercatat minus 1 derajat. Angka tersebut masih jauh dari kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat.

 

“Kalau elongasinya masih minus satu derajat, tentu belum memenuhi kriteria. Jadi untuk hari ini hilal tidak terlihat,” tegasnya.

 

Amrullah menegaskan cuaca bukan faktor utama. Menurut dia, data hisab sudah menunjukkan sejak awal bahwa posisi bulan belum memenuhi syarat imkanur rukyat.

 

“Cuaca tidak berpengaruh signifikan. Ini memang hasil perhitungan dan pantauan langsung. Secara posisi memang belum memenuhi syarat,” katanya.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata
UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa
Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif
UIN Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Versi UniRank 2026, Bukti Kampus Islam Makin Kompetitif
Gubernur Banten Andra Soni Sidak Tengah Malam di Merak, Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Tanpa Hambatan
Hilal tidak terlihat di Banten dengan posisi minus 1 derajat. Kemenag Banten menyebut awal puasa Ramadhan 2026 berpotensi dimulai Kamis, 19 Februari 2026, menunggu hasil sidang isbat nasional.

Berita Terkait

-

Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang

-

Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

-

Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata

-

UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa

-

Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif

Berita Terbaru