KILAS BANTEN – Komunitas GUSDURian Serang Raya menggelar nonton bareng (nobar) film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 15.00 WIB di Padepokan Kupi, Kaloran, Kota Serang, Banten. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan film, tetapi juga menghadirkan diskusi terbuka yang mengupas isu konflik agraria dan dugaan praktik kolonialisme modern di Papua.
Sejak awal, acara ini dirancang sebagai ruang refleksi publik. Penyelenggara ingin menggabungkan kebudayaan, realitas sosial, dan pemikiran kritis dalam satu forum. Film digunakan sebagai medium untuk menyampaikan pesan visual. Sementara diskusi menjadi sarana membedah lebih dalam persoalan yang diangkat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Isu penggusuran dan pengambilalihan tanah di Papua menjadi fokus utama. Praktik tersebut dinilai kerap terjadi dengan dalih pembangunan. Dampaknya, masyarakat adat berada dalam posisi rentan. Mereka berisiko kehilangan ruang hidup sekaligus identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam konteks ini, tanah tidak hanya dipahami sebagai aset ekonomi. Tanah memiliki nilai sosial dan kultural yang kuat. Bagi masyarakat adat, tanah adalah bagian dari kehidupan dan jati diri. Ketika tanah berpindah tangan tanpa keterlibatan mereka, konflik pun sulit dihindari.
Para narasumber dalam diskusi akan mengulas persoalan ini dari perspektif politik agraria dan hukum adat. Mereka menjelaskan bagaimana struktur kekuasaan dapat membentuk legitimasi atas penguasaan lahan. Dalam praktiknya, kebijakan yang lahir sering kali tidak berpihak pada masyarakat lokal.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















