GUSDURian Gelar Nobar “Pesta Babi” di Kota Serang Guncang Isu Papua, Kolonialisme Modern Disorot Tajam

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamflet nobar dan diskusi film “Pesta Babi” GUSDURian Serang Raya bertempat di Padepokan Kupi, Serang, yang mengangkat isu konflik agraria dan kolonialisme modern di Papua.

i

Pamflet nobar dan diskusi film “Pesta Babi” GUSDURian Serang Raya bertempat di Padepokan Kupi, Serang, yang mengangkat isu konflik agraria dan kolonialisme modern di Papua.

 

Penggerak GUSDURian Serang Raya sekaligus panitia kegiatan, Ali Martua Nasution, menegaskan bahwa forum ini bertujuan membuka ruang dialog yang kritis dan reflektif. Ia menilai tema yang diangkat memiliki relevansi kuat dengan kondisi sosial saat ini.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin menghadirkan ruang bersama untuk membaca ulang realitas. Kolonialisme tidak benar-benar hilang. Ia hadir dalam bentuk baru melalui kebijakan dan praktik pembangunan,” ujar Ali, Jumat, 24 April 2026.

 

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif. Terutama dalam melihat dampak konflik agraria terhadap masyarakat adat di Papua. Menurutnya, publik perlu memahami persoalan ini secara lebih mendalam dan objektif.

 

Diskusi ini juga menghadirkan pemantik dari kalangan akademisi dan praktisi yang fokus pada isu agraria dan hukum adat. Mereka akan memaparkan kondisi konflik lahan secara komprehensif. Selain itu, mereka juga membahas tantangan dalam mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat adat.

Baca Juga  Gaspol Sejak Awal, Wartini Pimpin PBVSI Kabupaten Serang dengan Target Juara Porprov 2026

 

Peserta yang hadir tidak hanya menjadi penonton. Mereka diajak aktif berdiskusi dan bertukar pandangan. Forum ini diharapkan mampu memperkaya perspektif dan memperluas pemahaman publik terhadap isu yang diangkat.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran kritis di tengah masyarakat. Penyelenggara berharap, diskusi ini dapat mendorong kepedulian terhadap nilai keadilan dan kemanusiaan. Terutama bagi kelompok yang selama ini berada di posisi rentan.

 

Melalui nobar dan diskusi ini, publik diajak melihat persoalan agraria sebagai isu struktural yang lebih luas. Bukan sekadar konflik lokal, tetapi bagian dari dinamika kekuasaan yang kompleks.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Sumber Berita: KILASBANTEN.COM

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revisi RTRW Kabupaten Serang, DPRD Tegaskan Sawah Tak Boleh Kurangi Sejengkal Pun
Perda Puspemkab Serang Dipoles Ulang, DPRD Siap Bahas Awal Mei 2026
Heboh Sekolah Kosong Tanpa Siswa di SDN Teras 1 Carenang Serang, Dindikbud Bongkar Fakta Sebenarnya
Pemkab Serang Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan Lewat Musrenbang RKPD 2027
Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”
Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Komunitas GUSDURian Serang Raya gelar nobar film “Pesta Babi” dan diskusi konflik agraria Papua. Isu kolonialisme modern dan hak masyarakat adat jadi sorotan.

Berita Terkait

-

Revisi RTRW Kabupaten Serang, DPRD Tegaskan Sawah Tak Boleh Kurangi Sejengkal Pun

-

GUSDURian Gelar Nobar “Pesta Babi” di Kota Serang Guncang Isu Papua, Kolonialisme Modern Disorot Tajam

-

Perda Puspemkab Serang Dipoles Ulang, DPRD Siap Bahas Awal Mei 2026

-

Heboh Sekolah Kosong Tanpa Siswa di SDN Teras 1 Carenang Serang, Dindikbud Bongkar Fakta Sebenarnya

-

Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”

Berita Terbaru