KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menunjukkan langkah progresif. Kampus negeri di Banten ini mulai mematangkan rencana pembukaan Program Studi Vokasi Diploma Empat Traditional Chinese Medicine atau TCM. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi besar UIN SMH Banten untuk memperkuat kontribusi di sektor kesehatan nasional.
Pembahasan pembukaan prodi vokasi TCM berlangsung dalam rapat pimpinan universitas yang digelar di Ruang Rapat Rektor pada Senin, 19 Januari 2026. Agenda ini menjadi respons nyata terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan bidang kesehatan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kebijakan tersebut, perguruan tinggi tidak hanya dituntut mencetak lulusan akademik. Kampus juga diharapkan mampu menghasilkan tenaga terampil yang siap terjun ke dunia kerja. Kebutuhan terhadap layanan kesehatan modern dan pengobatan komplementer berbasis sains menjadi peluang yang ingin dijawab UIN SMH Banten.
Rapat strategis itu dihadiri jajaran pimpinan secara lengkap. Wakil Rektor I, II, dan III hadir bersama Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama. Turut hadir Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, seluruh dekan fakultas, unsur perencanaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, hingga Satuan Pengawasan Internal. Kehadiran lintas unit tersebut menegaskan keseriusan universitas dalam mengkaji rencana pembukaan prodi secara komprehensif.
Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom, menegaskan bahwa Prodi TCM dirancang untuk menjawab kelangkaan tenaga kesehatan dengan keahlian spesifik di Indonesia. Menurut dia, sistem pendidikan kesehatan nasional selama ini masih didominasi pendekatan kedokteran konvensional.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















