Rapat pimpinan UIN SMH Banten membahas rencana pembukaan Prodi Vokasi D4 Traditional Chinese Medicine di Ruang Rapat Rektor, Senin, 19 Januari 2026
“Pengobatan tradisional yang terintegrasi dengan ilmu pengetahuan modern justru memiliki peluang besar dan telah diakui secara global,” ujar Prof. Ishom.
Ia menambahkan, UIN SMH Banten berkomitmen mencetak tenaga kesehatan profesional yang menguasai teknologi medis modern. Di saat yang sama, lulusan juga dibekali fondasi moral yang kuat serta pemahaman menyeluruh tentang pengobatan tradisional.
Prof. Ishom menilai TCM berpotensi menjadi keunggulan kompetitif kampus. Hingga kini, jumlah perguruan tinggi negeri yang membuka pendidikan TCM masih sangat terbatas. Kondisi ini membuka ruang bagi UIN SMH Banten untuk tampil sebagai pelopor pendidikan vokasi TCM, khususnya di wilayah Banten dan sekitarnya.
Selain fokus pada pendidikan, pengembangan prodi ini juga membawa visi jangka panjang di bidang riset. Setelah mengadopsi sistem TCM yang diakui secara internasional, UIN SMH Banten berencana mengembangkan riset pengobatan berbasis kearifan lokal.
“Kami melihat potensi besar dari kekayaan herbal dan tradisi pengobatan lokal Banten yang selama ini belum digarap optimal,” kata Prof. Ishom.
Dari sisi teknis, Prodi TCM dinilai lebih fleksibel dan efisien. Pada tahap awal, program ini tidak mensyaratkan kepemilikan rumah sakit pendidikan mandiri seperti pendidikan kedokteran umum. Skema tersebut memungkinkan universitas bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan mutu akademik.
Untuk mendukung realisasi program, UIN SMH Banten menggandeng Imperial Education Indonesia atau FC’s Group sebagai mitra strategis. Kemitraan ini diwakili oleh H. Fatahillah Chalid, M.Sc., yang memiliki pengalaman internasional di bidang pendidikan dan pengelolaan institusi kesehatan di Malaysia dan London.