Ledakan Gerakan 5.000 Beasiswa! PKC PMII Banten Gandeng PKBM Bina Generasi Selamatkan Pendidikan Anak Putus Sekolah

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus PKC PMII Banten dan PKBM Bina Generasi berdiskusi membahas Gerakan 5.000 Beasiswa sebagai upaya mengembalikan hak pendidikan anak putus sekolah di Banten

i

Pengurus PKC PMII Banten dan PKBM Bina Generasi berdiskusi membahas Gerakan 5.000 Beasiswa sebagai upaya mengembalikan hak pendidikan anak putus sekolah di Banten

KILAS BANTEN – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banten mengambil langkah serius untuk menjawab persoalan pendidikan di daerah. Melalui silaturahmi dan diskusi bersama PKBM Bina Generasi, PKC PMII Banten menggagas Gerakan 5.000 Beasiswa bagi masyarakat, Selasa, 13 Januari 2026. Gerakan ini menyasar anak tidak sekolah dan anak putus sekolah yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan.

 

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk membedah kondisi pendidikan di Banten. Kedua pihak menyoroti masih tingginya angka putus sekolah akibat faktor ekonomi, sosial, dan keterbatasan akses layanan pendidikan formal. PKC PMII Banten dan PKBM Bina Generasi sepakat bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara terpisah. Kolaborasi lintas elemen dinilai menjadi kunci utama.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Baca Juga  Syair Abuya Muhtadi Menggema, Kepemimpinan PBNU Masuk Fase Penentuan

PKC PMII Banten menegaskan perannya sebagai organisasi mahasiswa tidak berhenti pada gerakan intelektual semata. Organisasi ini juga memikul tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat. Pendidikan dipandang sebagai isu strategis yang menentukan masa depan daerah dan harus diperjuangkan secara konkret.

 

Dalam diskusi tersebut, PKC PMII Banten menilai PKBM Bina Generasi sebagai mitra strategis. Selama ini, PKBM Bina Generasi aktif membuka akses pendidikan nonformal bagi masyarakat. Lembaga ini menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah karena tekanan ekonomi atau kondisi keluarga.

 

Dialog yang berlangsung hangat membahas berbagai hal teknis. Mulai dari skema kerja sama, strategi pendataan calon penerima beasiswa, hingga pola pendampingan belajar. Fokus utama diarahkan pada percepatan pelaksanaan Gerakan 5.000 Beasiswa agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damkar Ciledug Evakuasi Ular Sanca 4 Meter Usai Mangsa Ayam Milik Warga Pondok Lakah
Gaspol Gaet Mahasiswa Baru, UIN SMH Banten Perkuat Kerjasama dengan Dindikbud Provinsi
Lansia yang Hilang di Sungai Irigasi Pontang Ditemukan Meninggal Dunia
Kemenag: Kunci Kejayaan UIN Banten, Komitmen Sivitas Akademika Jadi Faktor Penentu
Prestasi Meroket, UIN SMH Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Nasional Versi Webometrics 2026
Sambut Ramadan 2026, BAZNAS Banten Resmi Patok Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah
Cikande Lumpuh Diterjang Banjir, Baznas Banten Sigap Salurkan 100 Paket Logistik untuk Warga Parigi
Kontroversi Komika Pandji, Tokoh Agama Banten Embay Tegaskan Ada Unsur Pelecehan Ibadah dan Umat Islam Tersinggung
PKC PMII Banten bersama PKBM Bina Generasi menggulirkan Gerakan 5.000 Beasiswa untuk menekan angka anak tidak sekolah dan putus sekolah di Banten melalui kolaborasi pendidikan berbasis masyarakat.

Berita Terkait

-

Damkar Ciledug Evakuasi Ular Sanca 4 Meter Usai Mangsa Ayam Milik Warga Pondok Lakah

-

Gaspol Gaet Mahasiswa Baru, UIN SMH Banten Perkuat Kerjasama dengan Dindikbud Provinsi

-

Lansia yang Hilang di Sungai Irigasi Pontang Ditemukan Meninggal Dunia

-

Kemenag: Kunci Kejayaan UIN Banten, Komitmen Sivitas Akademika Jadi Faktor Penentu

-

Prestasi Meroket, UIN SMH Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Nasional Versi Webometrics 2026

Berita Terbaru