Pengurus PKC PMII Banten dan PKBM Bina Generasi berdiskusi membahas Gerakan 5.000 Beasiswa sebagai upaya mengembalikan hak pendidikan anak putus sekolah di Banten
Pengurus PKC PMII Banten, Rohati, menyampaikan apresiasi atas sambutan PKBM Bina Generasi. Ia menyebut pertemuan tersebut memperkuat keyakinan bahwa kolaborasi adalah jalan efektif untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di Banten.
“Kami mengapresiasi PKBM di Kabupaten Lebak yang telah membuka ruang dialog yang hangat dan penuh semangat. Selama ini kami mengkaji persoalan pendidikan di Banten dan melihat bahwa anak tidak sekolah dan angka putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar,” kata Rohati, Kamis, 15 Januari 2026.
Rohati menjelaskan, Gerakan 5.000 Beasiswa dirancang untuk menyambung kembali pendidikan yang terputus. Program ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan. Pendampingan tersebut mencakup motivasi belajar, pemantauan proses pendidikan, hingga memastikan peserta didik tidak kembali terputus.
Melalui kemitraan dengan PKBM Bina Generasi, PKC PMII Banten menyatakan kesiapan untuk terjun langsung ke lapangan. Kader PMII akan terlibat dalam pendataan calon penerima manfaat, pendampingan belajar, serta pengawalan program agar tepat sasaran.
“Kami siap turun langsung ke masyarakat. Ini bagian dari komitmen PMII dalam pengabdian sosial. Kami berharap langkah ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan,” ujarnya.
Ketua PKBM Bina Generasi, Arif Rohman Hakim, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran PKC PMII Banten membawa energi baru dalam penguatan pendidikan berbasis masyarakat.