KILAS BANTEN – Dinas Kesehatan Kabupaten Serang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus, penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Meski kasusnya tergolong jarang ditemukan di Indonesia, penyakit ini dinilai berbahaya karena dapat memicu gangguan organ vital hingga menyebabkan kematian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Serang, dr. Istianah Haryati, mengatakan hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Virus tersebut sudah lama ditemukan di sejumlah negara dan kembali menjadi perhatian setelah muncul kasus infeksi di kapal pesiar beberapa waktu lalu.
“Hantavirus itu penyakit lama, tetapi di Indonesia memang sangat jarang ditemukan. Sekarang kembali ramai dibicarakan setelah ada kasus di kapal pesiar,” ujar Istianah, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menjelaskan, hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang penularannya berasal dari tikus atau rodensia. Virus tidak menyebar langsung melalui udara, tetapi melalui debu, benda, atau lingkungan yang telah tercemar urin, air liur, maupun kotoran tikus.
Menurutnya, seseorang dapat terinfeksi saat menghirup partikel debu yang membawa virus. Risiko penularan meningkat ketika masyarakat membersihkan gudang, rumah kosong, saluran air, atau area lain yang menjadi sarang tikus tanpa menggunakan alat pelindung diri.
“Debu yang tercemar kotoran tikus bisa terhirup dan akhirnya menyebabkan infeksi pada manusia,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















