KILAS BANTEN – Kemajuan teknologi digital pada awalnya diharapkan mampu menghadirkan ruang demokrasi yang lebih terbuka bagi masyarakat. Media sosial dianggap sebagai sarana baru untuk menyampaikan aspirasi, bertukar gagasan, hingga mengawasi jalannya kebijakan publik. Namun seiring berjalannya waktu, ruang digital justru memperlihatkan wajah lain yang tidak kalah mengkhawatirkan. Kebebasan berbicara perlahan dibayangi oleh budaya intimidasi yang berkembang secara masif di internet.
Hari ini, banyak orang mulai merasa takut menyampaikan pendapat secara terbuka. Bukan karena ancaman fisik secara langsung, melainkan akibat tekanan sosial di media digital yang semakin agresif. Seseorang dapat menjadi sasaran hujatan, perundungan, bahkan penyebaran identitas pribadi hanya karena menyampaikan pandangan yang dianggap berbeda dari kelompok mayoritas. Fenomena inilah yang menunjukkan bahwa pembungkaman modern tidak lagi selalu hadir dalam bentuk larangan resmi, tetapi dapat muncul melalui intimidasi digital yang sistematis.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi tersebut semakin sering ditemukan dalam berbagai perdebatan publik di Indonesia. Ketika seseorang mengkritik kebijakan, membahas isu hukum, pendidikan, politik, maupun persoalan sosial lainnya, respons yang muncul sering kali bukan dialog yang sehat. Ruang diskusi berubah menjadi arena serangan personal yang penuh amarah dan penghakiman. Akibatnya, banyak masyarakat akhirnya memilih diam demi menghindari tekanan sosial yang berkepanjangan.
Hal ini tentu menjadi persoalan serius bagi kehidupan demokrasi. Sebab demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian masyarakat untuk berbicara dan menyampaikan kritik. Jika masyarakat mulai takut bersuara karena ancaman di ruang digital, maka kebebasan berekspresi secara perlahan mengalami kemunduran. Ironisnya, pembungkaman tersebut dilakukan bukan melalui kekuatan senjata, melainkan melalui komentar, unggahan, dan opini yang disebarkan secara masif di media sosial.
Penulis : Redaksi Kilas Banten
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















