Menanggapi kritik tersebut, Bupati Zakiyah menyatakan pemerintah daerah telah melakukan langkah antisipasi. Ia menyebut BPBD sudah diturunkan ke lapangan untuk memantau kondisi banjir.
Namun, Zakiyah tidak menjelaskan secara rinci wilayah mana saja yang telah ditangani maupun bentuk tindakan konkret yang dilakukan.

“Sudah dalam tahap antisipasi,” ujar Zakiyah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu kembali menuai perhatian karena dianggap terlalu umum. Di tengah kondisi darurat, warga membutuhkan kejelasan mengenai evakuasi, bantuan logistik, dan penanganan kesehatan. Informasi teknis dinilai penting agar masyarakat mengetahui langkah yang diambil pemerintah.
Ketika awak media menanyakan kesiapan bantuan bagi warga terdampak, jawaban yang disampaikan kembali singkat. Bupati tidak menyebutkan jadwal pendistribusian maupun skema bantuan yang akan diberikan.
“Ya, nanti. Nanti insyaallah kita lihat,” ucapnya.
Jawaban tersebut dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. Sejumlah warga mengaku masih bertahan di rumah meski air menggenang. Mereka khawatir meninggalkan rumah karena takut air kembali naik atau terjadi pencurian. Di sisi lain, kebutuhan dasar mulai menipis.
Warga di beberapa titik banjir mengeluhkan kesulitan mendapatkan makanan siap saji, air bersih, dan layanan kesehatan. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Hingga Kamis malam, hujan masih mengguyur wilayah Kabupaten Serang dengan intensitas tinggi.
Penulis : Redaksi Kilas Banten
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















