Dan kotak sepatunya tersembul malu-malu
Aku memandang kopiku
Dua jam aku dan kopiku menunggu
Tak apa,
Aku dan kopiku adalah karib, kami bersabar layaknya waktu
Kau bertanya kenapa aku ingin bertemu
Benakku melayang ke masa lalu
Kau dan aku sama-sama bahagia bermain sepanjang waktu
Kau tak pernah bertanya kenapa aku memanggilmu
Aku pun tak pernah bertanya kenapa kau ingin bertemu Saat itu, kau tahu,
Hatiku serupa baling-baling
Ikut ke mana pun kau pergi.
Tapi kini baling-balingku mungkin sudah rusak
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Tak bisa berputar ke arah anginmu berkesiur
Anginmu pun mungkin sudah berubah arah
Aku tidak mengenali lagi
Kau menunggu aku berbicara
Aku menunggu kau berkata-kata
Kopiku menunggu segala hal yang sia-sia
Kau tahu,
Aku dan kopiku seperti waktu
Bersabar menunggu apa pun berlalu
Majas metafora dalam puisi kedai kopi pukul sebelas siang
Jawaban
Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal tanpa menggunakan kata-kata pembanding secara langsung, seperti “seperti” atau “bagai”.
Dalam puisi “Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang” karya Maya Lestari Gf., penggunaan metafora menjadi salah satu elemen yang memperkuat makna dan emosi dalam setiap baitnya.
Berikut adalah beberapa contoh majas metafora yang terdapat dalam puisi ini:
1. “Aku dan kopiku adalah karib, kami bersabar layaknya waktu.”
Dalam kalimat ini, hubungan antara tokoh utama dengan kopi diibaratkan seperti sahabat atau karib yang memiliki kesabaran seperti waktu.
Metafora ini memperlihatkan kesetiaan dan ketegaran, meskipun waktu terus berlalu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















