Ia menjelaskan, proses produksi massal baru dilakukan setelah desain yang dibuat mendapat respons positif dari calon konsumen.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Begitu kami yakin 80 persen desain tersebut diterima, barulah kami melanjutkan ke tahap produksi massal,” katanya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Produk sepatu buatannya kini mampu mengikuti tren pasar dan diterima konsumen dari berbagai daerah.
Keberhasilan usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar. Agus mengaku saat ini usahanya melibatkan sekitar 30 hingga 40 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda di Karawaci.
“Saat ini kami melibatkan sekitar 30 sampai 40 tenaga kerja yang mayoritas adalah anak-anak muda dan warga sekitar sini,” ujarnya.
Menurut Agus, industri kreatif lokal memiliki peluang besar untuk terus berkembang, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dalam negeri.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggunaan produk lokal memang mengalami peningkatan. Banyak konsumen mulai melirik brand lokal karena dianggap memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar negeri.
Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kreatif untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Agus menilai keberanian memulai usaha dan kemampuan membaca tren pasar menjadi kunci penting dalam menghadapi persaingan industri fesyen yang semakin ketat.
Ia juga berharap usahanya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani membangun bisnis sendiri dari lingkungan sekitar.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















