“Mahasiswa akan menggali potensi, salah satunya potensi pariwisata di Kecamatan Mancak. Selain itu juga tentang pengelolaan lingkungan karena Mancak termasuk salah satu wilayah rentan bencana longsor,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain sektor wisata, mahasiswa juga akan membantu masyarakat dalam berbagai bidang sesuai disiplin ilmu masing-masing. Peserta KKN berasal dari rumpun Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Medika, hingga Agro.
Zakiyah berharap ilmu yang diperoleh mahasiswa di kampus dapat diterapkan langsung untuk membantu masyarakat desa. Ia juga menyoroti perkembangan Desa Ciwarna yang kini mulai menunjukkan kemajuan signifikan.
Menurut dia, Desa Ciwarna sebelumnya termasuk kategori desa tertinggal. Namun saat ini statusnya sudah meningkat menjadi desa berkembang.
“Karena seperti kita ketahui, salah satu desa tertinggal kita, tapi sekarang alhamdulillah sudah menjadi desa berkembang. Kita pastikan akan terus mengintervensi, sehingga kemajuannya semakin dapat terlihat,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Sudaryatno, mengatakan jumlah mahasiswa yang diterjunkan tahun ini lebih banyak dibanding program sebelumnya.
Ia menjelaskan, tujuan utama program tersebut adalah membangun kemandirian masyarakat desa melalui pengembangan potensi lokal yang dimiliki Kecamatan Mancak.
“Dengan fokus tujuan utamanya, bagaimana kemandirian masyarakat di Desa Sangiang dan Ciwarna, Kecamatan Mancak itu akan lebih maju lagi,” kata Sudaryatno.
Menurutnya, salah satu potensi wisata yang paling menjanjikan ialah Bukit Cariang. Kawasan itu memiliki udara sejuk, panorama perbukitan, dan akses yang cukup mudah dijangkau dari jalan raya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















