Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang menunjukkan aplikasi CISADANE yang digunakan untuk memantau layanan pendidikan inklusif bagi siswa penyandang disabilitas.
Dengan sistem berbasis digital itu, proses pengelolaan data dinilai lebih akurat dan mudah diperbarui. Pemerintah daerah juga dapat memetakan kebutuhan pendidikan inklusif secara lebih tepat sasaran.
Tidak hanya fokus pada data siswa, aplikasi CISADANE juga memuat informasi Guru Pendidikan Khusus atau GPK yang bertugas mendampingi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Fitur tersebut dinilai penting untuk membantu monitoring layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.
“Dengan sistem tersebut, proses monitoring, koordinasi dan distribusi layanan dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Wahyudi.
Pemkot Tangerang juga membuka ruang kolaborasi lebih luas antara sekolah dan orang tua melalui aplikasi tersebut. Salah satu fitur unggulannya ialah laporan perkembangan murid yang dapat dipantau langsung oleh wali murid secara berkala.
Lewat fitur itu, orang tua dapat mengetahui perkembangan belajar anak tanpa harus menunggu laporan manual dari sekolah. Di sisi lain, sekolah juga lebih mudah menyampaikan hasil evaluasi maupun kebutuhan pendampingan kepada keluarga siswa.
“Tidak hanya sekolah, orang tua juga bisa memantau perkembangan anak melalui fitur laporan perkembangan murid. Jadi, kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat berjalan lebih baik dalam mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Selain mendukung sistem pendataan dan monitoring, CISADANE juga terkoneksi dengan layanan Unit Layanan Disabilitas Pendidikan. Layanan tersebut menyediakan konseling online dan offline, asesmen psikologis, asesmen klinis hingga konsultasi pendidikan bagi sekolah maupun orang tua.