“Setiap tahun sebenarnya sudah dilakukan sosialisasi, terutama di wilayah yang banyak mengirim PMI. Tapi memang ada kendala di anggaran,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Wilayah utara Kabupaten Serang disebut sebagai daerah dengan jumlah pekerja migran terbanyak, khususnya ke negara-negara di kawasan Timur Tengah. DPRD mendorong agar sosialisasi dilakukan lebih intensif di daerah tersebut agar informasi dapat menjangkau masyarakat secara langsung.
Basit menilai, ada dua langkah penting yang harus diperkuat pemerintah daerah. Pertama, meningkatkan penyebaran informasi mengenai prosedur resmi bagi calon pekerja migran. Kedua, memberikan edukasi terkait negara tujuan yang aman dan memiliki kerja sama resmi dengan pemerintah Indonesia.
Selain itu, ia juga menyinggung peluang kerja ke Jepang yang sempat terbuka luas bagi tenaga kerja Indonesia. Namun, kesempatan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena banyak calon pekerja yang belum memenuhi kualifikasi.
“Kesempatan itu ada, tapi kualitas tenaga kerja kita harus ditingkatkan. Banyak yang tidak lolos seleksi, sehingga kuota tidak terpenuhi,” ujarnya.
Dari sisi pengawasan, DPRD menekankan pentingnya peran pemerintah desa. Warga yang ingin bekerja ke luar negeri diminta untuk melapor kepada kepala desa dan berkonsultasi dengan dinas terkait sebelum mengambil keputusan.
“Kalau ada tawaran kerja, sebaiknya konsultasi dulu ke dinas. Di sana ada bagian advokasi yang bisa membimbing agar prosesnya aman,” kata Basit.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















