Peserta dari berbagai daerah di Provinsi Banten turut meramaikan acara yang megah ini.
Acara ini juga mengusung tema “Dari Banten untuk Indonesia” sebagai bentuk penghormatan pada tanah kelahiran pencak silat tradisional Tjimande.
Salah satu pencapaian besar yang diraih dalam festival ini adalah keberhasilan memecahkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ini merupakan kali ketiga berturut-turut Kesti TTKKDH meraih penghargaan dari MURI, dengan catatan prestasi melakukan urut Tjimande kepada 1.056 pesilat secara serentak.
Prestasi ini menambah kebanggaan tersendiri bagi komunitas pencak silat dan masyarakat Banten.
Tradisi Keceran, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari acara ini, juga digelar pada festival kali ini.
Keceran merupakan ritual tradisional yang dilakukan Kesti TTKKDH untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam tradisi ini, mata dan mulut para anggota ditetesi air khusus yang telah didoakan oleh para sesepuh, sebagai simbol keberkahan dan perlindungan.
Wahyu juga menekankan pentingnya menjaga tradisi sambil tetap berfokus pada pengembangan prestasi.
Ia berharap Kesti TTKKDH terus melahirkan anggota yang bukan hanya berprestasi di dunia pencak silat, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, Kesti TTKKDH semakin menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga menyangkut nilai-nilai budaya dan spiritualitas.
Festival Keceran Tjimande 2024 menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan prestasi bisa berjalan beriringan, membawa nama Indonesia semakin bersinar di kancah internasional.***
Halaman : 1 2
















