“Kalau sudah masuk tahapan event prestasi, kami lakukan seleksi ulang. Klub-klub kami undang agar prosesnya transparan dan objektif,” kata Wartini.
Saat ini, PBVSI Kabupaten Serang membina 16 klub bola voli. Namun, jumlah itu belum mencakup seluruh 29 kecamatan yang ada. Wartini menegaskan, keterbatasan tersebut bukan tanpa alasan. PBVSI menerapkan standar ketat bagi klub yang ingin berada di bawah naungannya.
“Belum semua kecamatan terwakili karena membentuk klub itu ada syaratnya. Klub harus punya lapangan yang layak serta atlet dari usia dini sampai dewasa,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Wartini menegaskan, PBVSI tidak ingin sekadar mengejar kuantitas klub. Fokus utama tetap pada kualitas pembinaan. Setiap klub yang mengajukan legalitas akan melalui proses verifikasi langsung ke lapangan.
“Kalau hanya ingin punya klub tapi tidak ada atlet dan tempat latihan, itu tidak akan kami loloskan. Kami cek langsung atlet usia dini, usia sekolah, sampai dewasa, termasuk pelatih dan fasilitasnya,” tegas Wartini.
Langkah ini diambil untuk menjaga standar pembinaan bola voli di Kabupaten Serang. Ia berharap, ke depan akan semakin banyak klub yang memenuhi kriteria sehingga pembinaan atlet bisa berjalan merata dan berkelanjutan.
Terkait prestasi, Wartini menilai PBVSI Kabupaten Serang sebenarnya memiliki modal yang cukup baik. Pada Porprov Banten sebelumnya, cabang voli pasir putra berhasil menyumbangkan medali emas. Namun, untuk nomor voli indoor, capaian prestasi dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Di Porprov kemarin, kita dapat emas dari voli pasir putra. Untuk indoor, kita belum menyumbang medali. Secara umum, medali baru kita raih di level pelajar,” ungkapnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















