Nama Bayun sendiri memiliki makna yang beragam dalam penafsiran masyarakat. Sebagian menilai kata Bayun berasal dari tembayan, yang berarti tempat bertapa. Sementara istilah Cili dimaknai sebagai air yang mengalir. Makna ini dikaitkan dengan kondisi geografis wilayah tempat tinggal Syekh Kicili Bayun yang dikenal subur dan didominasi area persawahan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Filosofi air yang mengalir dianggap mencerminkan peran Syekh Kicili Bayun dalam kehidupan masyarakat. Seperti air, kehadirannya memberi manfaat yang terus mengalir dan menghidupi lingkungan sekitar. Ia tidak menonjolkan diri, tetapi pengaruhnya dirasakan luas oleh masyarakat.
Pendapat lain menyebutkan istilah Bayun berasal dari kata tabayyun, yang berarti bermusyawarah atau mencari kejelasan bersama. Tafsir ini dinilai selaras dengan peran Syekh Kicili Bayun sebagai pusat konsultasi dan pengambilan keputusan. Dalam berbagai urusan penting, masyarakat dan tokoh setempat menjadikannya sebagai rujukan utama.
Hingga kini, Maqbaroh Keramat Syekh Kicili Bayun masih ramai diziarahi. Pengurus makam menyebutkan bahwa Syekh Kicili Bayun memiliki hubungan persahabatan dengan Musa Perkinya serta hubungan kekerabatan dengan Syekh Ciliwulung. Informasi tersebut dijaga dan disampaikan secara turun-temurun sebagai bagian dari sejarah lokal.
Aktivitas ziarah berlangsung hampir setiap pekan. Pada malam Jumat, peziarah dari berbagai daerah datang untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagian peziarah memilih bermalam di sekitar makam untuk memperbanyak ibadah sekaligus mengenang keteladanan Syekh Kicili Bayun.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















