Di tengah proses tersebut, aksi demonstrasi mahasiswa sempat muncul dan menuntut pencopotan Wakil Rektor III. Menanggapi hal itu, Dedi menilai aksi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi kampus yang harus dihormati.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, ia menilai aksi yang berlangsung pada 4 Mei 2026 menjadi kurang relevan karena sehari sebelumnya pihak kampus telah menggelar audiensi selama dua jam dengan perwakilan massa aksi.
“Aksi itu merupakan bentuk kekecewaan sebagian pihak yang tidak lolos pemberkasan. Tetapi kami tetap menghormati hak mahasiswa menyampaikan pendapat,” katanya.
Dedi juga membantah adanya intervensi pihak kampus dalam proses verifikasi peserta pemilu mahasiswa. Ia memastikan seluruh pemeriksaan dokumen dilakukan langsung oleh KPU dan Bawaslu Universitas sesuai kewenangan masing-masing.
Rencananya, pelantikan Ketua dan Wakil Ketua DEMA serta Senat Mahasiswa Universitas hasil PUM 2026 akan dilaksanakan pada Kamis, 6 Mei 2026.
Pihak kampus berharap polemik yang terjadi tidak berkepanjangan dan tidak mengganggu stabilitas organisasi mahasiswa di lingkungan UIN SMH Banten. Kampus juga meminta seluruh elemen mahasiswa kembali fokus menjalankan aktivitas akademik dan organisasi secara kondusif.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
















