Mahasiswa STISNU Tangerang bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih Renged saat kegiatan pelayanan dan pengelolaan logistik di Desa Renged, Kecamatan Kresek.
“Kami bisa memahami langsung bagaimana konsep ekonomi syariah diterapkan dalam sistem koperasi. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya, Minggu, 12 April 2026.
Pengurus koperasi pun menyambut baik kehadiran mahasiswa tersebut. Mereka menilai kolaborasi ini dapat mendorong inovasi, terutama dalam pengembangan sistem administrasi berbasis digital.
Sekretaris koperasi, Somin Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan rencana ekspansi layanan.
Ia menyebut koperasi akan mengembangkan jasa transportasi dan ekspedisi untuk mendukung distribusi produk desa.
“Kami berharap mahasiswa bisa membantu digitalisasi administrasi agar lebih transparan dan modern,” katanya.
Sementara itu, Bendahara koperasi, Siti Saodah, menekankan pentingnya menjaga stabilitas keuangan. Ia ingin koperasi menjadi penyedia kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Ke depan, koperasi berencana membuka unit pelayanan baru yang lebih dekat dengan pemukiman warga guna memperlancar distribusi logistik.
Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Usaha, Muhamad Barja, menegaskan ambisi besar koperasi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa.
Ia menyampaikan bahwa koperasi akan fokus pada pengembangan unit usaha jasa serta pemberdayaan pelaku UMKM lokal.
“Kami ingin koperasi ini menjadi lokomotif ekonomi desa. Produk warga harus bisa dipasarkan melalui jaringan koperasi. Dengan begitu, perputaran uang tetap berada di desa,” tegasnya.
Sinergi antara mahasiswa dan pengurus koperasi ini diharapkan mampu menghadirkan terobosan baru dalam pengelolaan ekonomi berbasis komunitas. Selain memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi, kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.