Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hari Mohd Yakzan, saat menghadiri Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow 2026 di Serang, Banten, Senin (8/6/2026), dalam upaya memperluas pasar wisatawan Indonesia ke Malaysia.
Selama ini, mayoritas wisatawan Indonesia masih memilih Kuala Lumpur, Penang, dan Melaka sebagai tujuan utama. Namun, Malaysia kini berupaya mengubah pola tersebut dengan memperkenalkan lebih banyak destinasi baru agar persebaran wisatawan menjadi lebih merata.
Untuk mendukung target tersebut, Tourism Malaysia menggandeng berbagai agen perjalanan dan pelaku industri pariwisata lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat promosi sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan paket perjalanan menuju berbagai destinasi di Malaysia.
Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan, Malaysia tetap optimistis sektor pariwisatanya akan terus bertumbuh. Meski demikian, sejumlah faktor eksternal masih menjadi perhatian, mulai dari ketidakpastian geopolitik dunia, konflik internasional, tingginya harga tiket pesawat, hingga fluktuasi nilai tukar mata uang terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurut Hari, kebutuhan masyarakat terhadap hiburan, rekreasi, dan perjalanan wisata tetap tinggi. Karena itu, Malaysia terus memperluas pilihan produk wisata untuk menjangkau berbagai segmen wisatawan.
Selain wisata alam dan wisata kota, Malaysia juga memperkuat promosi wisata kuliner yang dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat Indonesia. Kesamaan budaya serta cita rasa makanan menjadi nilai tambah yang diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan.
“Medical tourism, kita menawarkan perawatan yang terjangkau dengan fasilitas bertaraf dunia. Kemudian culinary, dari segi Malaysia dan Indonesia ini dekat. Kita sama-sama makan nasi. Kita kenalkan juga durian, nasi kandar,” kata Hari.