Neng Siti Julaiha menerima SK Ketua DPW PPP Banten dari Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, sebagai tanda dimulainya kepemimpinan baru di Banten.
Tidak hanya fokus pada konsolidasi, Julaiha juga menyiapkan strategi pembenahan kepengurusan. Ia memastikan komposisi pengurus akan disusun sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pemilu. Salah satunya adalah pemenuhan kuota keterwakilan perempuan minimal 30 persen. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong peran perempuan dalam politik yang lebih inklusif.
Selain itu, ia juga memberikan perhatian khusus pada generasi muda. Julaiha menilai anak muda memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan demografi pemilih. Kehadiran mereka diyakini mampu membawa energi baru dan ide segar bagi perkembangan partai.
“Komposisi kepengurusan akan memperhatikan kebutuhan UU Pemilu, termasuk 30 persen perempuan dan keterlibatan anak muda,” jelasnya.
Untuk memperkuat basis dukungan, Julaiha membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Ia mengajak berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, ulama, hingga profesional, untuk ikut berkontribusi dalam membesarkan PPP di Banten. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperluas jaringan sekaligus meningkatkan elektabilitas partai.
Langkah ini dinilai sebagai strategi penting dalam menghadapi persaingan politik yang semakin ketat. Dengan pendekatan yang inklusif dan terbuka, PPP Banten berupaya menarik simpati masyarakat dari berbagai lapisan.
Julaiha pun optimistis target besar pada Pemilu 2029 dapat tercapai. Ia percaya bahwa soliditas internal dan dukungan masyarakat akan menjadi modal utama untuk meraih kemenangan signifikan.