“Kita harus perkuat SDM, sertifikasi tenaga laboratorium, dan peralatan pengujian. Kondisi fisik gedung juga perlu dibenahi karena masih ada bagian yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Najib menambahkan, ke depan Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Serang akan difokuskan untuk melayani kebutuhan dunia industri.
Fokus layanan mencakup pengujian limbah serta pengawasan kepatuhan industri terhadap regulasi lingkungan hidup. Pengelolaan dan pengujian limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3 juga menjadi prioritas.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Laboratorium ini harus menjadi tulang punggung pengawasan lingkungan. Industri wajib patuh pada aturan. Laboratorium memastikan semua berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Terkait kondisi bangunan yang masih mengalami kerusakan di sejumlah titik, Najib memastikan perbaikan dapat diusulkan melalui anggaran pada tahun berikutnya. Namun, ia menekankan bahwa pengajuan teknis tetap menjadi kewenangan dinas terkait.
“Kami akan komunikasikan dengan kepala dinas. Prinsipnya, pelayanan kepada publik harus terus ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala (Plt) UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Paisal, mengapresiasi kunjungan mendadak Wakil Bupati Serang. Ia menyebut perhatian pimpinan daerah menjadi motivasi besar bagi seluruh jajaran laboratorium.
“Kunjungan seperti ini jarang terjadi. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk berbenah dan menjalankan arahan pimpinan,” ujar Paisal.
Paisal menjelaskan, saat ini peran laboratorium masih terbatas pada pelayanan internal pemerintah daerah. Penerapan retribusi layanan belum berjalan karena regulasi daerah sebelumnya sempat dicabut. Untuk menuju BLUD, pihaknya berencana memulai kembali tahapan penyusunan peraturan daerah tentang retribusi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















