Program beasiswa juga diperkecil jumlah penerimanya menjadi 50 orang.
Sementara proyek fisik mengalami penyusutan volume, tetapi tetap mengutamakan pembangunan prioritas.
Secara keseluruhan, belanja daerah dalam RAPBD 2026 tercatat sebesar Rp1,5 triliun.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Belanja operasional mendominasi dengan nilai Rp1,387 triliun. Belanja modal dialokasikan Rp140 miliar, sedangkan belanja pegawai mencapai Rp815 miliar termasuk tunjangan sertifikasi.
Dalam konteks RPJMD 2025–2029, RAPBD 2026 menjadi pijakan awal untuk memperkuat kualitas SDM, meningkatkan produktivitas ekonomi lokal, serta memperluas akses infrastruktur dan layanan publik.
Meski ruang fiskal terjepit, Pemkot Serang menyatakan komitmen untuk menjaga arah pembangunan agar tetap sejalan dengan misi jangka menengah daerah.
Kepala BPKAD Kota Serang, Imam Rana, mengungkapkan transfer pusat yang diterima Kota Serang tahun 2026 hanya sekitar Rp874 miliar.
Jumlah ini turun signifikan dari kisaran Rp900 miliar pada tahun sebelumnya.
DAU Kota Serang tercatat Rp512 miliar, sementara DBH mengalami koreksi hingga 20–24 persen.
“Penurunan dua komponen itu membuat penerimaan kita turun cukup jauh dibanding tahun lalu,” jelas Imam.
Kondisi tersebut memaksa Pemkot menerapkan langkah efisiensi dan realokasi anggaran.
Pemerintah harus merasionalisasi sejumlah kegiatan non-prioritas, memperkuat pendapatan asli daerah, hingga mengoptimalkan anggaran berbasis kinerja.
Dengan pengesahan ini, DPRD dan Pemkot Serang akan memasuki tahapan finalisasi untuk memastikan seluruh program yang tercantum dalam RAPBD dapat direalisasikan secara efektif pada 2026.***
Penulis : Taman
Halaman : 1 2

















