Managing Director Global Buildings Performance Network Indonesia, Farida Lasida Adji, mengatakan pemerintah kota memiliki posisi penting dalam mendorong transisi menuju pembangunan rendah karbon.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung Tangerang Selatan dalam menerjemahkan target iklim nasional menjadi langkah implementasi yang konkret dan dapat direplikasi oleh kota-kota lain di Indonesia,” kata Farida.
Ia menilai sektor bangunan menjadi salah satu titik paling strategis dalam upaya penurunan emisi karbon nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dianggap penting untuk mempercepat transformasi pembangunan hijau.
Kerja sama antara Pemkot Tangerang Selatan dan GBPN sendiri telah berlangsung sejak 2023. Fokus kerja sama tersebut mencakup pengembangan bangunan rendah emisi serta penguatan kebijakan konservasi energi di tingkat daerah.
Penyusunan pedoman teknis dilakukan melalui pendekatan berbasis data dan analisis teknis. Prosesnya juga melibatkan kementerian terkait, perangkat daerah, hingga sektor swasta.
Pedoman tersebut mengacu pada sejumlah regulasi nasional, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi serta Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.
Ke depan, Pemkot Tangsel berharap pedoman teknis ini dapat menjadi acuan pembangunan bangunan hemat energi di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah juga ingin mendorong keterlibatan lebih luas dari sektor swasta untuk menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.***
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
















