Transformasi ASN Kota Tangerang, Maryono Wajibkan Aparatur Jadi Komunikator Digital Andal di Era Banjir Informasi

Kilas Banten
11 Jun 2026 19:19
3 menit membaca

 

Ia menekankan bahwa komunikasi publik yang buruk dapat menimbulkan kesalahpahaman, bahkan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, strategi penyampaian informasi harus dirancang secara sederhana, jelas, dan tepat sasaran.

 

Dalam konteks tersebut, Maryono meminta ASN untuk mengubah pendekatan komunikasi tradisional menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. ASN, kata dia, harus mampu memanfaatkan berbagai kanal digital untuk menyampaikan informasi secara cepat dan akurat kepada masyarakat.

 

Perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini didominasi media digital menjadi tantangan tersendiri bagi birokrasi modern. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan memengaruhi persepsi publik secara luas. Oleh sebab itu, ASN dituntut tidak hanya memahami substansi kebijakan, tetapi juga mampu mengemas pesan dengan cara yang mudah dipahami.

Baca Juga  Wow, Pemkot Tangerang Tawarkan Tukar Sampah Jadi Tiket Wisata Sungai Cisadane

 

“Jadilah wajah pelayanan publik yang profesional, responsif, dan komunikatif. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan partisipasi publik dalam pembangunan pun semakin kuat,” tegas Maryono.

 

Selain itu, Maryono juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik dalam meningkatkan kapasitas ASN. Ia memberikan apresiasi kepada narasumber dan fasilitator dari Bina Nusantara University yang telah berkontribusi dalam pelatihan tersebut.

 

Menurutnya, kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya aparatur. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan birokrasi yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.