Wakil Wali Kota Kota Tangerang, Maryono, saat menutup Pelatihan Komunikasi Publik ASN di Grha Bhakti Karya, Cipondoh, bersama para pejabat perangkat daerah.
Ia menekankan bahwa komunikasi publik yang buruk dapat menimbulkan kesalahpahaman, bahkan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, strategi penyampaian informasi harus dirancang secara sederhana, jelas, dan tepat sasaran.
Dalam konteks tersebut, Maryono meminta ASN untuk mengubah pendekatan komunikasi tradisional menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. ASN, kata dia, harus mampu memanfaatkan berbagai kanal digital untuk menyampaikan informasi secara cepat dan akurat kepada masyarakat.
Perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini didominasi media digital menjadi tantangan tersendiri bagi birokrasi modern. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan memengaruhi persepsi publik secara luas. Oleh sebab itu, ASN dituntut tidak hanya memahami substansi kebijakan, tetapi juga mampu mengemas pesan dengan cara yang mudah dipahami.
“Jadilah wajah pelayanan publik yang profesional, responsif, dan komunikatif. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan partisipasi publik dalam pembangunan pun semakin kuat,” tegas Maryono.
Selain itu, Maryono juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik dalam meningkatkan kapasitas ASN. Ia memberikan apresiasi kepada narasumber dan fasilitator dari Bina Nusantara University yang telah berkontribusi dalam pelatihan tersebut.
Menurutnya, kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya aparatur. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan birokrasi yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.