“Karena memang, kerap muncul oknum-oknum pembuang sampah di waktu-waktu orang tidur dan sekiranya petugas lengah. Hal inilah yang diperkuat dengan patroli dini hari,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selama patroli berlangsung, petugas menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan pelanggaran ketertiban umum. Pengawasan difokuskan pada lokasi yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal.
Pemerintah Kecamatan Jatiuwung menilai persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan semata. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga dianggap sangat menentukan keberhasilan penanganan sampah di wilayah perkotaan.
Karena itu, patroli wilayah dilakukan tidak hanya untuk menindak pelanggaran, tetapi juga membangun disiplin dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Keberadaan petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku pembuangan sampah liar sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.
Selain mencegah pencemaran lingkungan, patroli malam juga dinilai penting untuk mendeteksi potensi gangguan ketertiban sejak dini.
Pemerintah kecamatan memastikan kegiatan patroli akan terus dilakukan secara berkala, terutama di titik-titik yang dianggap rawan pelanggaran.
Buceu juga mengimbau masyarakat agar lebih disiplin membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak membuang sampah di pinggir jalan maupun lahan kosong.
“Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















