Dimyati menyebut pendekatan tersebut mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Ia memastikan tidak ada sektor yang akan terlewat dalam proses pendataan kali ini.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendekatan ini memungkinkan kita menangkap kondisi ekonomi secara utuh,” katanya.
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, seluruh unit usaha akan menjadi sasaran pendataan tanpa terkecuali. Pemerintah menargetkan data yang terkumpul dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dimyati kembali mengingatkan bahwa keberhasilan sensus ini merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap hasil pendataan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih tepat guna dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Data yang akurat akan membawa kita pada kebijakan yang tepat untuk pembangunan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Donny Hari Budiutomo Harmadi menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. BPS mengerahkan sekitar 251 ribu petugas untuk menjalankan proses pendataan selama tiga bulan.
“Kami melibatkan sekitar 251 ribu petugas di seluruh Indonesia. Mereka akan mendata perusahaan dan aktivitas usaha rumah tangga, termasuk yang berbasis digital,” kata Donny.
Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dan pelaku usaha sangat menentukan keberhasilan sensus. Donny juga memastikan bahwa setiap informasi yang diberikan kepada BPS akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















