Menurut Sachrudin, sejumlah persoalan lingkungan sebenarnya bisa dicegah sejak awal jika pengawasan dilakukan secara maksimal. Karena itu, aparatur kewilayahan diminta lebih sigap membaca kondisi sosial dan lingkungan masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan sampah liar menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut. Pemkot Tangerang menilai keberadaan TPS liar dan kawasan kumuh masih ditemukan di sejumlah titik. Kondisi itu dinilai dapat memicu persoalan kesehatan dan menurunkan kualitas lingkungan perkotaan.
Selain infrastruktur dan kebersihan lingkungan, Sachrudin juga menyoroti sektor kesehatan masyarakat. Ia menilai layanan kesehatan memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas dan kualitas hidup warga Kota Tangerang.
“Persoalan kesehatan berdampak luas, mulai dari produktivitas hingga aktivitas sehari-hari. Karena itu, layanan kesehatan harus dimaksimalkan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus kita dorong. Yang paling penting adalah pencegahan melalui kebersihan lingkungan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Program Cek Kesehatan Gratis disebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. Pemerintah juga terus mengampanyekan budaya hidup bersih sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit di lingkungan permukiman.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono menegaskan pentingnya kepemimpinan wilayah yang kuat dalam mendukung percepatan pelayanan publik. Menurut dia, masalah yang muncul di tengah masyarakat harus segera diselesaikan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















