KILAS BANTEN – Pemkot Serang mulai mematangkan rencana pembangunan Serang Convention Center (SCC) yang akan berlokasi di Kecamatan Curug, tepatnya di kawasan depan Banten International Stadium (BIS).
Proyek ini disiapkan sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif, pameran, konser, hingga acara kenegaraan sekaligus menjadi lokasi alternatif penyelenggaraan berbagai event saat Alun-alun Kota Serang direvitalisasi.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan pembangunan SCC merupakan bagian dari program yang telah direncanakan sejak masa kampanye bersama Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia.
Proyek tersebut, kata Budi Rustandi akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Hari ini sudah tahap ekspos. Insyaallah tahun depan kita mulai membangun infrastruktur jalan, plaza, dan tempat event outdoor. Ketika Alun-alun sudah tidak bisa dipakai, event-event akan dipindahkan ke sana,” kata Budi, usai Rapat pembahasan, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, lokasi SCC berada di lahan aset Pemkot Serang seluas sekitar 4,3 hektare yang berada di depan BIS.
Budi menilai lokasi tersebut strategis karena juga masuk dalam kawasan yang akan mendapat dukungan pembangunan infrastruktur, termasuk rencana pelebaran jalan menuju penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
“Sebagai ibu kota provinsi, Kota Serang harus siap dengan sarana, prasarana, dan fasilitas untuk mendukung event berskala nasional maupun internasional,” ujarnya.
Untuk tahap pertama, Pemkot Serang menyiapkan anggaran sekitar Rp44 miliar.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp9 miliar telah digunakan untuk pekerjaan awal berupa pemagaran dan pematangan lahan.
“Tinggal sekitar Rp35 miliar yang direncanakan tahun depan. Tahun berikutnya lagi kita hitung sesuai kemampuan APBD. Mungkin sekitar Rp70 miliar,” katanya.
Budi menegaskan pembangunan SCC dilakukan secara bertahap tanpa skema pinjaman daerah.
Pemkot memilih menyesuaikan proyek dengan kemampuan fiskal agar tidak mengganggu pembangunan infrastruktur di kecamatan-kecamatan.
Ia menjelaskan SCC nantinya tidak hanya digunakan untuk konser dan kegiatan ekonomi kreatif.
Tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pameran, acara pemerintahan, pernikahan, hingga berbagai kegiatan yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tempat hiburan dan event nantinya tidak terpusat di tengah kota saja sehingga bisa membantu mengurai kemacetan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan perencanaan SCC masih berada dalam tahap finalisasi laporan akhir.
Menurutnya, kebutuhan anggaran keseluruhan masih terus dikaji berdasarkan berbagai masukan yang diperoleh dalam forum ekspos.
“Untuk total anggaran keseluruhan masih dalam kajian. Setelah pertemuan ini selesai, baru akan ada finalisasi terkait kebutuhan pembangunan SCC secara menyeluruh,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, dalam kajian awal nilai proyek SCC sempat mencapai sekitar Rp230 miliar. Angka tersebut kini sedang disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
“Yang disampaikan Pak Wali sekitar Rp70 miliar itu khusus untuk pembangunan convention hall. Jadi harus disesuaikan lagi dengan perencanaan awal yang lebih besar,” jelasnya.
Iwan mengatakan SCC akan memiliki gedung utama beserta fasilitas pendukung seperti plaza terbuka, akses jalan, dan area kegiatan luar ruangan untuk mendukung acara kenegaraan, pameran, hingga konser.
Untuk tahun 2027, Pemkot Serang menargetkan plaza dan fasilitas pendukung SCC sudah dapat digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan yang sebelumnya berlangsung di kawasan Alun-alun.
Terkait sumber pembiayaan, Iwan menegaskan proyek SCC saat ini direncanakan menggunakan APBD Kota Serang.
Meski demikian, Pemkot tetap membuka peluang dukungan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Kami optimistis pembangunan ini bisa berjalan bertahap sesuai kemampuan daerah dan dukungan berbagai pihak,” katanya.

