KILAS BANTEN – Santunan 100 anak yatim lintas iman menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan komitmen menjaga kerukunan di Kota Serang.
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan ini menghadirkan 100 anak yatim dari berbagai latar belakang agama dan etnis sebagai simbol bahwa semangat berbagi dan kemanusiaan mampu menyatukan keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan kepedulian terhadap anak-anak yatim merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dipupuk sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Menurutnya, semangat kepedulian sosial harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kerukunan antarumat beragama, antarsuku, dan antaretnis.
“Saya berharap tidak ada lagi perbedaan antaragama, tindakan rasial, maupun perpecahan antarsuku,” katanya.
“Kita semua hidup berdampingan, rukun, dan damai, karena itulah kunci dari keberhasilan dan kemajuan Kota Serang,” katanya.
Budi menegaskan, kehidupan masyarakat yang damai menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kepercayaan berbagai pihak untuk berkontribusi dalam kemajuan Kota Serang.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, seluruh panitia, serta para donatur dan mitra yang telah mendukung penyelenggaraan santunan lintas iman.
“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada KH Matin Syarkowi beserta seluruh stakeholder, panitia, dan para donatur yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai wujud kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi mengatakan santunan 100 anak yatim lintas iman dilandasi semangat kemanusiaan yang menjadi nilai universal dalam kehidupan beragama.
“Sesungguhnya agama itu intinya adalah kemanusiaan. Dalam berbagi kasih sayang, kita tidak perlu melihat latar belakang agama orang tuanya. Saat mereka membutuhkan perhatian dan kasih sayang, kita hadir membantu,” kata KH Matin Syarkowi.
Ia menjelaskan, keberagaman masyarakat Kota Serang telah tumbuh sejak masa Kesultanan Banten dan menjadi warisan yang harus terus dirawat melalui kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan.
“Merawat keberagaman bukan pekerjaan mudah, apalagi di era media terbuka dan arus globalisasi. Karena itu, pendekatan sosial budaya harus terus diperkuat agar nilai toleransi, nasionalisme, dan patriotisme tetap terjaga,” ujarnya.

